Monthly Archives: Mei 2015

MAKANAN KHAS BANGKA BELITUNG

ni namanya lakso, makanan khas Bangka yang dibuat dari tepung beras dan penyajiannya dengan kuah santan yg dicampur dengan ikan.


Berhubung diri ku sedang lapar,#ngerenyem bahasa bangka e# maka hari ini kita bahas mengenai makanan. apalagi kalau bukan makanan favorit saya, dari bangka belitung.
#sambel binjai, sambel bacang# *mantab mamen*

Karena Propinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dominan terdiri dari wilayah lautan, maka ciri khas utama makanan masyarakatnya berhubungan dengan hasil – hasil laut atau hasil olahan hasil laut, disamping hasil perkebunan yang ada. Jenis makanan tersebut yaitu; aneka makanan hasil laut yang diawetkan seperti Cumi kering, Ikan kering, Cacing laut atau Wak – wak kering, Udang kering, Siput Gung -gung, Teripang, Sirip Hiu, Rusip, Kecalok, Pekasem. Kemudian aneka makanan hasil olahan hasil laut seperti Keretek, Kempelang, Kericu, Kerupuk, Sambel Lingkung, Terasi, Otak – otak, Empek – empek, Lakso, Bergo dan Pantiau. Disamping makanan khas bercirikan hasil laut terdapat pula aneka jenis peganan tradisional seperti Martabak Bangka atau Hok Lo Pan, Rintak sagu, Gandus, Kue Rangai, Kue Talam, Kue Bugis, Kue Jongkong dan Dodol khas yang disebut Lempok Cempedak atau Durian. Kemudian dikenal pula hasil alam berupa Madu Pahit dan Madu Manis asli dari Lebah hutan Pulau Bangka dengan rasa dan khasiat tersendiri, sangat baik untuk kesehatan.

Masakan khas tradisional yang terkenal adalah
1. Lempah Kuning. Lempah ini merupakan makanan yang khas dan menjadi makanan utama dalam keluarga dan masyarakat, juga menjadi makanan dalam upacara adat dan keagamaan. Dalam tradisi masyarakat Pangkalpinang yang disebut Sepintu Sedulang, segala sesuatu dikerjakan secara bersama -sama, biasanya sebelum melakukan suatu pekerjaan atau hajatan besar atau setelah bekerja bersama, masakan Lempah Kuning adalah lauk pauk utama yang dimasak bersama dan dimakan bersama – sama.

2. Getas / keretek. Umumnya makanan ringan yg dipanggil Getas/Kretek ini terbuat dari ikan tenggiri. Enak buat jadi camilan atau teman makan yg lain. Sering dijadikan oleh2 saat pulang dari Bangka.

3. Martabak manis Bangka .
kalo di isi keju, coklat, wijen… enakkk gile,, haha.. martabak manis bangka di buat dari tepung terigu.

4. Sambal binjai..
buah binjai tu rasanya agak kecut, sepat, dll lah. tapi kalo udah di gabung sama belacan a.k.a terasi… jadilah sambal binjai yang tak tertandingi..

5. Otak-otak khas bangka.
otak-tak ini biasanya terkenal berasal dari daerah belinyu di bangka belitung. dibuat dari ikan tenggiri, trus di makan pake sambel tauco.. maknyuss…

6. Kue rintak khas bangka
bentuk nya kayak bunga, trus rasanya manis2 khas. di buat dari tepung terigu, tepung sagu, telur, kelapa, gula aren, gula pasir…

 

Oke berikut makanan khas Bangka Belitung terkenal di indonesia :
Makanan Khas Bangka Belitung Indonesia
Mie atau mi Bangka adalah salah satu dari sekian banyak ciri khas masyarakat pulau bangka, terbuat dari mie basah (kuning) biasa yang disiram dengan kuah berbumbu yang biasanya terbuah dari ikan, udang, cumi, atau kepiting. dan seringkali ditambahi dengan toge atau kecambah, mentimun atau timun, dan kerupuk, lezat bila dihidangkan waktu masih panas, dan ditambahi rasa pedas dari cabe.

OBYEK WISATA DI BELITUNG

1. PANTAI TANJUNG TINGGI

Pantai Tanjung Tinggi di Belitung

Inilah pantai di Belitung paling menawan dan terpopuler, terlebih pasca dijadikan sebagai lokasi syuting film Laskar Pelangi yang terkenal itu. Bersama-sama dengan Pantai Parai Tenggiri, Pantai Tanjung Tinggi adalah tempat wisata di Bangka Belitung paling populer di kalangan penikmat perjalanan. Terletak sekitar 30 km dari pusat kota Tanjungpandan, Pantai Tanjung Tinggi memiliki panorama pantai yang memikat dengan pasir putih dan bebatuan granit seperti layaknya pantai-pantai lainnya di Bangka Belitung.

Aneka olahraga air tersedia di pantai ini, selain itu beberapa kegiatan yang paling sering dilakukan wisatawan di antaranya adalah berenang, berjemur, snorkel, memancing, bermain jetski, hingga berjelajah dengan kano. Tentu saja, fasilitas publik dan akomodasi akan mudah ditemui di kawasan pantai indah ini, dari rumah makan hingga hotel dan resort.

Alamat Pantai Tanjung Tinggi: Kec. Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung.

2. PANTAI TANJUNG KELAYANG

Pantai Tanjung Kelayang

Terletak sekitar 27 km dari pusat kota Tanjungpandan di Belitung, Pantai Tanjung Kelayang adalah salah satu destinasi wisata di Bangka Belitung yang populer di kalangan wisatawan domestik dan internasional. Secara berkala, ratusan perahu yacht dari berbagai negara akan singgah di pantai Belitung yang satu ini dalam event Sail Indonesia. Bebatuan granit yang menawan dengan salah satu formasi batu yang membentuk kepala burung, serta hamparan pasir putih yang bersih adalah pesona keindahan dari panorama pantai yang populer dikunjungi masyarakat Belitung sejak dulu.

Di kawasan pantai inilah berbagai event akbar maritim internasional kerap terselenggara, salah satunya yang belum lama berselang adalah Sail Wakatobi – Belitong.

Alamat Pantai Tanjung Kelayang: Kec. Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung.

3. PULAU LENGKUAS

Pulau Lengkuas di Belitung

Salah satu yang khas dari pulau di Belitung ini adalah keberadaan mercusuar yang berusia sangat tua dan masih akitf hingga kini, yakni mercusuar peninggalan Belana yang dibangun pada tahun 1882. Pesona memikatnya tedapat pada hamparan laut biru nan jernih dengan bebatuan granit yang mempesona.

Dengan luas wilayah yang kurang dari 1 hektare, tempat wisata di Belitung ini menyuguhkan Anda panorama laut yang memikat. Cukup dengan menaiki mercusuar setinggi 50 meter tersebut, Anda dapat menikmati pemandangan spektakuler di Pulau Lengkuas. Jika Anda terlalu lelah untuk sampai di puncak mercusuar, jangan khawatir sebab setiap lantainya memiliki jendela yang menghadap ke berbagai arah. Inilah sebab mengapa Pulau Lengkuas memiliki daya pikat yang selalu mengundang kedatangan wisatawan untuk dapat menikmati pesonanya.

Alamat Pulau Lengkuas: Kec. Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung

4.PULAU MEMPERAK

Pulau Memperak di Belitung

Inilah keindahan tempat wisata di Belitung yang belum diketahui banyak wisatawan, namun terkenal akan pesonanya yang memikat. Pulau Memperak terletak di Kabupaten Belitung Timur, menyuguhkan Anda air laut yang biru kehijauan dan bersih. Keindahan alam bawah laut di pulau ini adalah satu hal yang tidak boleh Anda lewatkan. Inilah sebab mengapa Pulau Memperak ini adalah salah satu tempat snorkel di Bangka Belitung yang mempesona.

Snorkeling terbaik di pulau ini dapat dilakukan di bagian utara, timur, dan barat Pulau Memperak. Itulah spot snorkel paling menarik untuk menikmati keindahan terumbu karang dan aneka makhluk hidup bawah air Pulau Memperak. Dan tak lupa, gunakan alas kaki tatkala snorkel karena terdapat bulu babi yang tajam. Pulau Memperak adalah pulau yang sepi, hanya ada penjaga pulau saja yang tinggal dalam rumah yang dibangun di sana. Oleh karenanya, membawa perbekalan akan sangat penting untuk menikmati pesona wisata Bangka Belitung yang satu.

Alamat Pulau Memperak: Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung

SEJARAH BELITUNG

Belitung merupakan kepulauan yang mengalami beberapa pemerintahan raja-raja. Pada akhir abad ke-7, Belitung tercatat sebagai wilayah Kerajaan Sriwijaya, kemudian ketika Kerajaan Majapahit mulai berjaya pada tahun 1365, pulau ini menjadi salah satu benteng pertahanan laut kerajaan tersebut. Baru pada abad ke-15, Belitung mendapat hak-hak pemerintahannya. Tetapi itupun tidak lama, karena ketika Palembang diperintah oleh Cakradiningrat II, pulau ini segera menjadi taklukan Palembang.

Sejak abad ke-15 di Belitung telah berdiri sebuah kerajaan yaitu Kerajaan Badau dengan Datuk Mayang Geresik sebagai raja pertama. Pusat pemerintahannya disekitar daerah Pelulusan sekarang ini. Wilayah kekuasaaannya meliputi daerah Badau, Ibul, Bange, Bentaian, Simpang Tiga, bahkan jauh sampai ke daerah Buding, Manggar dan Gantung. Beberapa peninggalan sejarah yang menunjukkan sisa-sisa kerajaan Badau, berupa tombak berlok 13, keris, pedang, gong, kelinang, dan garu rasul. Peninggalan-peninggalan tersebut dapat ditemui dilihat di Museum Badau.

Kerajaan kedua adalah Kerajaan Balok. Raja pertamanya berasal dari keturunan bangsawaan Jawa dari Kerajaan Mataram Islam bernama Kiai Agus Masud atau Kiai Agus Gedeh Ja’kub, yang bergelar Depati Cakraningrat I dan memerintah dari tahun 1618-1661. Selanjutnya pemerintahan dijalankan oleh Kiai Agus Mending atau Depati Cakraningrat II (1661-1696), yang memindahkan pusat kerajaan dari Balok Lama ke suatu daerah yang kemudian dikenal dengan nama Balok Baru. Selanjutnya pemerintahan dipegang oleh Kiai Agus Gending yang bergelar Depati Cakraningrat III.

Pada masa pemerintahan Depati Cakraningrat III ini, Belitung dibagi menjadi 4 Ngabehi, yaitu :

1. Ngabehi Badau dengan gelar Ngabehi Tanah Juda atau Singa Juda;
2. Ngabehi Sijuk dengan gelar Ngabehi Mangsa Juda atau Krama Juda;
3. Ngabehi Buding dengan gelar Ngabehi Istana Juda.

Masing-masing Ngabehi ini pada akhirnya menurunkan raja-raja yang seterusnya lepas dari Kerajaan Balok. Pada tahun 1700 Depati Cakraningrat III wafat lalu digantikan oleh Kiai Agus Bustam (Depati Cakraningrat IV). Pada masa pemerintahan Depati Cakraningrat IV ini, agama Islam mulai tersebar di Pulau Belitung.

Gelar Depati Cakraningrat hanya dipakai sampai dengan raja Balok yang ke-9, yaitu Kiai Agus Mohammad Saleh (bergelar Depati Cakraningrat IX), karena pada tahun 1873 gelar tersebut dihapus oleh Pemerintah Belanda. Keturunan raja Balok selanjutnya yaitu Kiai Agus Endek (memerintah 1879-1890) berpangkat sebagai Kepala Distrik Belitung dan berkedudukan di Tanjungpandan.

Kerajaan ketiga adalah Kerajaan Belantu, yang merupakan bagian wilayah Ngabehi Kerajaan Balok. Rajanya yang pertama adalah Datuk Ahmad (1705-1741), yang bergelar Datuk Mempawah. Sedangkan rajanya yang terakhir bernama KA. Umar.

Kerajaan keempat atau yang terakhir yang pernah berdiri adalah Kerajaan Buding, yang merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Balok. Rajanya bernama Datuk Kemiring Wali Raib. Dari keempat kerajaan yang telah disebutkan diatas, Kerajaan Balok merupakan kerajaan terbesar yang pernah ada di Pulau Belitung.

Masa pendudukan Belanda-Jepang

Pada abad ke-17, Pulau Belitung menjadi jalur perdagangan dan merupakan tempat persinggahan kaum pedagang. Dari sekian banyak pedagang, yang paling berpengaruh adalah pedagangn Cina dan Arab. Hal ini dapat dibuktikan dari tembikar-tembikar yang berasal dari Wangsa Ming abad ke-14 hingga ke-17, yang banyak ditemukan dalam lapisan-lapisan tambang timah di daerah Kepenai, Buding dan Kelapa Kampit. Pedagang-pedagang Cina tersebut masuk ke Pulau Belitung kira-kira tahun 1293. Hal ini berdasarkan catatan dari seorang sejarawan Cina bernama Fei Hsin tahun 1436. Sedangkan orang Cina mengenal Belitung disebabkan pada tahun 1293, sebuah armada Cina dibawah pimpinan Shi Pi, Ike Mise dan Khau Hsing yang sedang mengadakan perjalanan ke Pulau Jawa terdampar di perairan Belitung.

Selain bangsa Cina, bangsa lain yang banyak mengenal Pulau Belitung adalah bangsa Belanda. Pada tahun 1668, sebuah kapal Belanda bernama ‘Zon De Zan Loper’, dibawah pimpinan Jan De Marde, tiba di Belitung. Mereka merapat di sungai Balok, yang saat itu merupakan satu-satunya bandar di Pulau Belitung yang ramai dikunjungi pedagang asing

Berdasarkan penyerahan Tuntang pada tanggal 18 September 1821, Pulau Belitung masuk dalam wilayah kekuasaan Inggris (meskipun secara de facto terjadi pada tanggal 20 Mei 1812). Oleh Residen Inggris di Bangka, diangkat seorang raja siak untuk memerintah Belitung, karena di pulau kecil ini sering terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin oleh tetua adat. Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Komisaris Jenderal Kerajaan Inggris tanggal 17 April 1817, Inggris menyerahkan Belitung kepada Kerajaan Belanda. Selanjutnya atas nama Baginda Ratu Belanda, ditunjuk seorang Asisten Residen untuk menjalankan pemerintahan di Pulau Belitung.

Pada tahun 1823, seorang Kapten berkebangsaan Belgia bernama JP. De La Motte, yang menjabat sebagai Asisten Residen dan juga pimpinan tentara Kerajaan Belanda, berhasil menemukan timah. Selanjutnya seusai Traktat London tahun 1850, penambangannya diambil alih oleh Billiton Maatschapij, sebuah perusahaan penambangan timah milik Pemerintah Belanda di Belitung. Pada saat itu Belitung terbagi atas 6 daerah, yaitu :

::     Tanjungpandan dan Gantung/Lenggang yang berada langsung dibawah pemerintahan Depati;
::     Badau, Sijuk, Buding dan Belantu yang berada dibawah pemerintahan masing-masing Ngabehi.

Pada tahun 1890, pangkat Ngabehi dihapus dan digantikan dengan Kepala Distrik. Selanjutnya terdapat 5 distrik yaitu : Tanjungpandaan, Manggar, Buding, Dendang dan Gantung.

Tahun 1852 Belitung dipisahkan dari Bangka dalam urusan administrasi dan kewenangan penambangan timah. Pemisahan tersebut atas desakan JF. Louden (kepala pemerintahan pusat di Batavia), untuk mencegah pengaruh buruk dari Residen Bangka yang iri melihat pertambangan timah yang berkembang dengan pesat di Belitung.

Dalam rangkaian sistem pemerintahan Hindia Belanda, pada tahun 1921 Belitung dijadikan sebuah distrik yang dikepalai oleh seorang Demang yaitu KA. Abdul Adjis, yang dibantu 2 orang Asisten Demang yang membawahi 2 onder district, yaitu Belitung Barat dan Belitung Timur. Gemeente atau kelurahan di Belitung dibentuk pada tahun 1921-1924. Berdasarkan Ordonantie No. 73 tanggal 21 Februari 1924, ditetapkan sebanyak 42 Gemeente di seluruh Belitung.

Pada tahun 1933, Belitung berubah status menjadi satu Onder-afdeling yang diperintah oleh seorang Controleur dengan pangkat Assistant Resident, yang bertanggung jawab kepada Residen dari Afdeling Bangka – Belitung yang berkedudukan di Pulau Bangka.

Tanggal 1 Januari 1939 berlaku peraturan baru di wilayah di wilayah Belitung, yang berarti Pulau Belitung sudah diberi hak untuk mengatur daerahnya sendiri. Tentu saja hal tersebut mempengaruhi beberapa keadaan, misalnya Onder-afdeling Belitung meliputi 2 distrik yaitu, Distrik Belitung Barat dan Distrik Belitung Timur, yang masing-masing dikepalai oleh seorang Demang.

Tentara Jepang menduduki Pulau Belitung pada bulan April 1944, pemerintahan dikedua distrik dikepalai oleh Gunco. Pada awal tahun1945 oleh Jepang di Belitung dibentuk Badan Kebaktian Rakyat yang bertugas membantu pemerintahan. Masa pendudukan Jepang tidak lama, selanjutnya perubahan kembali terjadi ketika tentara Belanda kembali menguasai Belitung pada tahun 1946. Pada masa pemerintahan Belanda ini, Onder-afdeling Belitung diperintah kembali oleh Asisten Residen Bangsa Belanda, sedangkan penguasaan distrik tetap dipegang oleh seorang Demang yang kemudian diganti dengan sebutan Bestuurhoofd.

Masa kemerdekaan

Pulau Belitung sebagai bagian dari Residensi Bangka – Belitung, beberapa tahun lamanya pernah menjadi bagian dari Gewest Borneo, kemudian menjadi bagian Gewest Bangka – Belitung dan Riau. Tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama, karena muncul peraturan yang mengubah Pulau Belitung menjadi Neolanchap. Selanjutnya sebagai badan pemerintahan dibentuklah Dewan Belitung pada tahun 1947. Pada waktu pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS), Neolanchap Belitung merupakan negara tersendiri, bahkan karena sesuatu hal tidak menjadi negara bagian. Tahun 1950 Belitung dipisahkan dari RIS dan digabungkan dalam Republik Indonesia. Pulau Belitung menjadi sebuah kabupaten yang termasuk dalam Provinsi Sumatera Selatan dibawah kekeuasaan militer, karena pada waktu itu Sumatera Selatan merupakan Daerah Militer Istimewa. Sesudah berakhirnya pemerintahan militer, Belitung kembali menjadi kabupaten yang dikepalai oleh seorang Bupati.

Masa sekarang

Pada tanggal 21 November 2000, berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000, Pulau Belitung bersama dengan Pulau Bangka memekarkan diri dan membentuk satu provinsi baru dengan nama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Provinsi ini merupakan provinsi ke-31 di Indonesia.

Selanjutnya berdasarkan aspirasi masyarakat dan setelah melalui berbagai pertimbangan, Kabupaten Belitung memekarkan diri menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Belitung beribukota di Tanjungpandan dengan cakupan wilayah meliputi 5 kecamatan dan Kabupaten Belitung Timur dengan Manggar sebagai ibukotanya dengan cakupan wilayah meliputi 4 kecamatan.

OBYEK WISATA SEJARAH DI BANGKA

Situs Kota Kapur

Situs ini terletak di Desa Kota Kapur Kecamatan Mendo Barat,tempat ditemukannya prasasti (batu bertulis) yang disebut Lingga dan Batu Yoni. Peninggalan sejarah Sriwijaya yang dulu mengirimkan utusannya untuk memberantas para perampok dan pemberontak

MakaM Depati Bahrin

pict8956_277Makam ini terletak di desa Kimak Kecamatan Merawang. Lokasi ini dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Sungailiat. Depati Bahrin adalah salah seorang pahlawan Bangka yang menentang penjajahan Belanda. Kuburan di bawah pohon durian yangn sangat besar ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Upacara Adat Mandi Belimau.

Tugu Pahlawan 12

Monumen peringatan gugurnya 12 tentara keamanan rakyat melawan penjajah pada tanggal 12 Pebuari 1946 ( bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1365 H ) pukul 12.00 di km 12 Petaling.

Situs Kota Waringin

Peninggalan sejarah Raja Siak sebagai benteng pertahanan pengikut Demang Singayudha.

Benteng Kuto Panji

pict1484_277Bangunan peninggalan hartawan yang bernama Kapitan Kang / Bong Kiung Fu sebagai benteng terhadap serangan bajak laut. Dipercaya bahwa harta kekayaannya masih terpendam disekitar reruntuhan tersebut.

Rumah Adat

pict0313_277Peninggalan seni bangunan rumah gaya Melayu di Bangka yang telah ada sejak abad ke-15 dan berkembang dengan pengaruh cina, Arab dan Eropa sesudah perang dunia pertama.


AGEN PERJALANAN WISATA

AGEN / BIRO PERJALANAN WISATA

No. Nama Agen/Biro Alamat
1. Bella Wisata Jl. Jendral Sudirman Sungailiat  Telp. 0717 92858 website:

http://www.bellawisatatours.com
2. Aiwa Travel Jl. Jendral Sudirman Sungailiat  Telp.
3. Okan Travel Jl. Muhidin Sungailiat
4. Bunda Travel Jl. Jendral Sudirman Sungailiat
5. Mega Tour and Travel Jl. Jendral Sudirman Sungailiat
6. Vigar Travel Jl. S. Parman Sungailiat  Telp. 0717  93466
7. Ceria Travel Jl. S. Parman Sungailiat  Telp. 0717  94767
8. Femiola Travel Jl. Batin Tikal Sripemandang Sungailiat
9. Juanda Travel Jl. S. Parman Sungailiat
10. Diva Travel Jl. A. Yani Sungailiat  Telp. 0717 94738
11. Sumber Bangka Travel Jl. Muhidin Sungailiat
12. AKH/Supardi Agen Tiket Jl. Muhidin Sungailiat
13. Bima Sakti Travel Jl. Jendral Sudirman Sungailiat
14. Marsiswati Jl. Batu Tunu Belinyu

Wisata Adat dan Budaya di Kabupaten Bangka

Upacara Adat Rebo Kasan

pict4291_277Upacara adat Tolak Bala disimbolkan dengan ‘ ketupat lepas ‘ dan ‘air wafa’ yang dilaksanakan secara turun temurun oleh penduduk desa Air Anyir, Kecamatan Merawang. Merupakan agenda tahunan setiap tanggal 24 safar (hijriyah).

Traditional ceremony warding off mishap symbolized by ‘ketupat lepas’ and ‘air wafa’ maintained from generation to generation by the inhabitants of Air Anyir village, sub-district of Merawang. This annual event is held every 24 Shafar (Isalmic Calendar).

Tradisi Sepintu Sedulang

pict9080_277Jiwa gotong royong masyarakat Bangka cukup tinggi. Warga masyarakat akan mengulurkan tangannya membantu jika ada anggota warganya memerlukan. Semua ini berjalan dengan dilandasi jiwa Sepintu Sedulang, dapat disaksikan pada saat panen lada, acara-acara adat, peringatan hari-hari besar keagamaan, perkawainan dan kematian.

Tradisi ini lebih dikenal dengan sebutan ” Nganggung “, yaitu kegiatan setiap rumah mengantarkan makanan dengan menggunakan dulang, yakni baki bulat besar.

The coorperation spirit of Bangka people is quite strong and deep rooted. People well easily lend their hand to help when needed. This spirit is based on Sepintu Sedulang philosophy (together in good time and bad time). This can be seen for example during pepper harvest, traditional functions, religius ceremonies, wedding, and funeral. This tradition is better know as “Nganggung”, where each household delivers dishes of food in a ‘dulang’ (large rounded tray).

Perayaan Maulid Nabi

pict1896_277Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diramaikan dengan Tradisi Ngangung ( dimana setiap rumah membawakan makanan dengan menggunakan dulang, yakni baki bulat besar) dan dimeriahkan dengan berbagai lomba kesenian Islami. Merupakan kegiatan agenda tahunan berdasarkan kalender Islam yang dipusatkan di Kecamatan Mendo Barat.

The commemoration of the birth of Mohammed Prophet which main attraction is Nganggung Tradition whereas every home brings a voluntary offering of dishes in a big rounf tray exalted with various Islamic Art contests. This annual even based on Islamic Calendar is centered on the sub-district of Mendo Barat.

Ritual Mandi Belimau

mandi_belimau_277Upacara Adat membersihkan anggota tubuh dengan “air taubat”. Kegiatan adat yang dilakukan masyarakat Dusun Limbung, Desa Jada Bahrin dan Desa Kimak, Kecamatan Merawang. Kegiatan ini dilaksanakan satu minggu sebelum datangnya bulan suci Ramadhan, mengambil tempat di pinggir Sungai Limbung.

Belimau Bathing is traditional ceremony of washing body with “air taubat” (repent water). This ceremony is commonly practiced by people of Dusun Limbung, Jada Bahrin Village and Kimak Village of Merawang Distric, and is generally practiced a week prior to holly Ramadhan fasting month. This ceremony takes place in Limbung riverbank.

Bangka Ceria Imlek

pict3818_277Perayaan selama satu minggu menyambut Tahun Baru Imlek yang diselenggarakan di Kota Sungailiat. Merupakan agenda tahuuanan mengikuti hitungan Kalender Cina.

This full-week gala celebrates Chinese New Year in the city of Sungailiat. This annual event is based on Chinese Calendar.

Sembahyang Kubur

tempat_ibadah_dewi_kwan_yin_277Upacara ritual ziarah kubur untuk menghormati para leluhur yang dilaksanakan di Perkuburan Kemujan Kota Sungailiat. Merupakan agenda tahunan Kalender Cina.

This ritual devoting to ancestors is held in Kemujan Cemetery, Sungailiat. This annual event is based on Chinese Calendar.

Sun Go Kong

sun_go_kong_kampung_gedong_277_277Even upacara Bulan, budaya Cina yang diselenggarakan di kampung Gedong, Kecamatan Riau Silip Merupakan agenda tahunan

This annual ritual is held among Chinese community in Kampong Gedong, sub-district of Riau Silip. The main attarction in this event is lunar ceremony.

Sembahyang Rebut

pict8961_277Ritual budaya masyarakat cina memuja Dewi Kwan Im yang diselenggarakan di Kampung Sunghin, Kecamatan Merawang. Merupakan agenda Tahunan.

This annual event is held among Chinese community deifying Kwan Im goddes in Kampong Sunghin, sub-district of Merawang.

Objek Wisata Di Bangka

Obyek Wisata Pantai di Bangka

Pantai Matras

100_0054_277Pantai landai berpasir putih halus sepanjang 3 km dilatarbelakangi pepohonan kelapa dan aliran sungai alami. Terletak di desa Matras, Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat, yang terletak disebelah Timur Laut Pulau Bangka. Pantai ini amat indah dan landai. Pasirnya putih dan halus. Panjangnya mencapai 3 km dan lebar 20 -30 meter. Pantai ini dilatarbelakangi pepohonan kelapa dan aliran sungai alami, hingga sering disebut sebagai Pantai Surga. Pantai ini merupakan pantai yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

The beach is located in Matras Village, Sinar Jaya Urban Village of Sungailiat District, or at the northern east area of Bangka Island. The beach has sloppy beach with white sand beautiful panorama. The beach spand 3 km long and 20-30 m wide. The beach has palm plant background and natural river flow generally called as Heaven’s Beach and is the most visited beach in Bangka Regency.

Pantai Tanjung Pesona

dscf0001_277Pantai ini terletak di Desa Rambak, Kecamatan Sungailiat. Berjarak 9 km dari kota Sungailiat. Pantai ini berada di tengah tempat antara Pantai Teluk Uber dan Pantai Tikus. Pantai ini mempunyai panorama laut lepas, di atas tanjung dengan bebatuan yang besar. Pantai ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas wisata, dengan klasifikasi hotel berbintang tiga.

Located in Rambak Village, Sungailiat District about 9 km from the city of Sungailiat. The beach is located in between Teluk Uber Beach and Tikus Beach. This beach has open sea panorama over the bay and has also been completed with tourism facilities including 3 stars rated hotel.

Parai Beach Resort

Parai BeachKomplek wisata ini dilengkapi fasilias hotel bintang 4 dilatarbelakangi taburan formasi batu karang. Terletak di Desa Matras, Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat. Pantai ini telah dilengkapi fasilitas wisata dengan klasifikasi hotel berbintang empat dan berbagai sarana hiburan.

The beach is located in Matras Village , Sinar Jaya Urban Village of Sungailiat District. This beach has been completed with various tourism facilities, including four stars rated hotels and other leisure facilities.

Pantai Batu Bedaun

Batu BedaunTerletak di kampung Bukit Kuala, Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat. Pantai ini cukup unik, bersebelahan dengan Pantai Parai Tenggiri, dan mempunyai ciri khas adanya pohon yang tumbuh diatas batu.

Located in Kampung Bukit Kuala, Sinar Jaya Urban Village of Sungailiat district. This beach is quite unique, situated side by side with Parai Tenggiri Beach marked with a tree grows out of rocks..

Pantai Rebo

pantai_rebo_277Dengan perbukitannya yang indah, menjadikan pantai ini banyak dikunjungi wisatawan berbagai penjuru.

Some beautiful hills make some tourist from other side come to this beach.

Pantai Tikus

img_0238_277

Pantai ini terletak di Desa Rebo Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat. Pantai ini masih alami, cukup menarik untuk kunjungi. Bentuk pantainya yang cekung, berpasir putih nan halus, yang sangat memikat wisatawan untuk datang berkunjung lagi.

Tikus beach is located in Rebo Village, Kenanga Urban Village, Sungailiat District. Tikus beach still preserve its naturality and much visited by tourism. The coast is decorated with smooth white sandand is indeed very attractive for tourist enjoy.

Pantai Teluk Uber

teluk_uber_277Pantai ini terletak di Desa Rambak Kelurahan Srimenanti, Kacamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Pantai ini mempunyai luas 25 Ha, dengan pemandangan yang indah dan berpasir putih dilengkapi dengan fasilitas hotel.

Located in Rambak Village, Srimenanti Urban Village of Sungailiat District. The area of this beach reaches 25 ha with beautiful panorama and white sand equipped with hotel facilities.

Pantai Romodong

romodong_277Lokasinya berada di daerah Belinyu, Bangka utara, sekitar 77 km dari Sungailiat. Di pantai ini, para wisatawan dapat menyaksikan peristiwa terbenamnya matahari. Ini dikarenakan lokasi pantainya yang menghadap ke Barat. Panjang keseluruhan pantai mencapai 4 km. Lautnya landai, berpasir putih dan halus. Airnya bening bak kristal.

The location  is  in Belinyu area , north Bangka  77 km from Sungailiat. In this beach the tourists can  see  a sunset fenomenal.  Because this location is  face  to west.  All beach have 4 km distance.  If we go to this beach we can see white and soft sand here. this beach have a pure water like crystal.

Pantai Penyusuk

PenyusukTerletak di Desa Penyusuk kecamatan Belinyu dengan pantai yang landai dan alami serta dihiasi dengan bebatuan. Pantai ini banyak di kunjungi para wisatawan karena keindahan pantainya serta kejernihan airnya.

The natural and sloppy beach is marked by the clarity of its water surrounded by exotic isles where sea-turtle lays its eggs. The beach is located in Bukit Ketok Village, Belinyu district, about 77 km from Sungailiat

Pantai Air Anyir

aik_anyer_277Pantai Ini terletak di Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Pantai ini berjarak ±15 km darl Kota Sungalliat arah ke Pangkal Pinang. Di sini, sering diadakan Upacara Rebo Kasan sebagai ucapan syukur dan do’a kepada Tuhan YME sebelum pergi ke laut untuk mencari ikan.

This sloppy beach decorated with unique rock formation is the center Rebo Kasan Ritual, located in Air Anyir Village, Merawang District about 15 km from Sungailiat.